Kamis, 16 November 2017

INVENTORY MANAGEMENT

Name: JULIO JEREMY
NIM: 2244.15.130
MAJOR: LOGISTICS & MATERIAL MANAGEMENT ( CLASS D)

INVENTORY MANAGEMENT (MANAJEMEN PERSEDIAAN)



PENGERTIAN:

·      Persediaan  adalah :
  1. Stock bahan/barang yang digunakan untuk memudahkan produksi atau untuk memuaskan permintaan.
  2. Semua barang/bahan yang diperlukan dalam proses produksi dan distribusi untuk diproses lebih lanjut atau dijual dimana merupakan investasi yang penting pada suatu perusahaan.(Sundjaja, 2003)
·      Manajemen Persediaan adalah :
Suatu kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan penentuan atas kebutuhan material/barang lainnya  sedemikian rupa sehingga di satu pihak kebutuhan operasi dapat dipenuhi pada waktunya dan di lain pihak investasi persediaan material/barang lainnya dapat ditekan secara optimal.

PENTINGNYA MANAJEMEN PERSEDIAAN
       Untuk menyeimbangkan produksi
       Untuk memanfaatkan diskon
       Untuk memenuhi permintaan pelanggan.
       Untuk mencegah kerugian pesanan (penjualan)
       Untuk menghadapi kenaikan harga di masa yang akan datang.

TUJUAN ADANYA PERSEDIAAN
  1. Untuk  memperoleh  diskon sehingga harga per unit menjadi  kecil.
  2. Biaya pengangkutan per unit menjadi rendah.
  3. Agar dapat memenuhi permintaan konsumen / pelanggan sebaik mungkin.
  4. Mencegah terhentinya produksi karena kekurangan bahan.
  5. Memperkecil investasi dalam  persediaan & biaya pergudangan.
  6. Mencapai penggunaan mesin yang  optimal.



JENIS-JENIS PERSEDIAAN
a.    Persediaan Bahan Mentah (Raw Material)
       Bahan mentah adalah bahan yang akan digunakan untuk memproduksi barang dagangan.
b.    Persediaan Barang Setengah Jadi (Work In Process)
       Bahan setengah jadi adalah barang yang belum selesai sepenuhnya menjadi barang dagangan.
c.    Persediaan Barang Jadi  (Finished Goods)
       Barang jadi adalah barang yang sudah selesai dikerjakan dan siap untuk dijual.

BIAYA-BIAYA DALAM PERSEDIAAN
  1. Biaya Penyimpanan (Carrying Costs, Holding Costs):
    Biaya-biaya yang dikeluarkan akibat diadakannya persediaan barang.
    Contoh :
       Sewa gudang
       Biaya pemeliharaan barang di dalam gudang
       Biaya modal yang tertanam dalam inventori
       Pajak
       Asuransi

  1. Biaya Pemesanan
Biaya yg dikeluarkan sehubungan dengan kegiatan pemesanan bahan/barang, sejak dari penempatan pemesanan sampai tersedianya barang di gudang.
Biaya-biaya yang termasuk dalam Ordering Costs:
       Biaya selama proses pesanan
       Biaya pengiriman permintaan
       Biaya penerimaan barang
       Biaya penempatan barang ke dalam gudang

               
  1. Biaya Kehabisan/Kekurangan Bahan
Shortage Costs atau Stock Out Cost, adalah :
     Biaya yang timbul sebagai akibat tidak tersedianya barang pada waktu diperlukan.
       Biaya-biaya yang termasuk, adalah :
  1. Kehilangan penjualan
  2. Kehilangan langganan
  3. Biaya pemesanan khusus
  4. Biaya ekspedisi
  5. Selisih harga
  6. Terganggunya operasi
  7. Tambahan pengeluaran kegiatan manajerial

Fokus Pengelolaan Persediaan
  1. Berapa banyak yang harus dipesan pada waktu tertentu ?
  2. Berapa banyak jenis persediaan yang harus disimpan ?
  3. Kapan sebaiknya persediaan dipesan?

KUANTITAS PESANAN EKONOMI(EOQ)
       EOQ atau kuantitas pesanan ekonomis adalah suatu metode untuk menentukan berapa jumlah pesanan yang paling ekonomis untuk satu kali pesan.
       Dalam penentuan persediaan yang optimal dapat digunakan model kuantitas pemesanan yang ekonomis : Economic Ordering Quantity Model = EOQ
       EOQ adalah Kuantitas persediaan yang optimal atau yang menyebabkan biaya persediaan mencapai titik terendah 

Dua Dasar Keputusan Dalam Model EOQ
       Berapa jumlah bahan mentah yang harus dipesan pada saat bahan tersebut perlu dibeli kembali – Replenishment cycle
       Kapan perlu dilakukan pembelian kembali – reorder point


Pemesanan Ulang – Reorder Point
       Titik dimana pemesanan harus dilakukan lagi untuk mengisi persediaan
       Titik pemesan ulang
                = Waktu tunggu x tingkat penggunaan

Persediaan Pengaman – Safety Stocks
       Persediaan tambahan yang dimiliki untuk berjaga-jaga terhadap perubahan tingkat penjualan atau kelambatan produksi – pengiriman
       Maka
      Persediaan awal = EOQ + Safety stock
      Persediaan rata – rata
                = ( EOQ / 2 ) + safety stock

Menentukan Besarnya Safety Stock
       Faktor pengalaman
       Faktor dugaan
       Biaya
       Keterlambatan

KLASIFIKASI DARI INVENTORY
       ABC Classification (consumption) (25/80+15/15+70/05)
       XYZ Classification (value stored) (Hi,Med,Low)
       HML Classification (unit-value stored) (Hi,Med,Low)
       VED Classification (spare parts mainly) (Vital,Ess,Des)
       FSN Classification (consumption) (Fast, Slow, Non)
       SOS Classification (agriculture) (Seasonal, Non)
       SDF Classification (availability) (Scarce, Difficult, Easy)
       GOLF Classification (source of supply) Govt, Ordinarily available, Local and Foreign)


Jumat, 20 Oktober 2017

MENEROPONG JALUR E-COMMERCE DI INDONESIA (OBSERVE THE E-COMMERCE IN INDONESIA) - SUMMARY ITSCL WEEK 2017

NAME : JULIO JEREMY
NIM     : 2244.15.130
CLASS: MLM D'15

12 October 2017 i came to Ji Expo Kemayoran to visit the event of INDONESIA TRANSPORT, LOGISTICS & MARITIME WEEK 2017. At the event i attend the conference in KADIN THEATER with the theme "MENEROPONG JALUR E -COMMERCE DI INDONESIA".

I learned a lot about how big the chances of e commerce business especially in Indonesia.
In Indonesia, the E-commerce system is starting popular, because E-commerce in Indonesia is still at early stage (the e retail penetration is only 1,6%), which means very far below other Asian countries like china and japan.

In that conference i also learn about how to improve shipping time, it is :
  1.  SLA (On Time Rat) Monitoring Control
  2.  Robustness of IT Systems
  3. Instant & Same Day Delivery (GOJEK, GRAB, ETC)

And if we want to improve the SLA, we should do:

  1. Fast Document Collection
  2. Fast Ordering Process
  3. We Should Pro-Active to the customers & suppliers


Key E-Commerce Delivery Related Functions for PT. POS LOGISTICS INDONESIA
  1.  Order Management       : Partnership to provide order management services
  2. Payment Solutions          : E-Commerce user can pay for goods at the mobile apps or at local post office
  3. Tracking                               : Real Time order visibility
  4. Freight Forwarding          : Although have capabilities, don't appear to be Integrated with E-Commerce solutions
  5. Warehousing & Inventory : Plans to provide land and buildings
  6. Transport ( Depot to Depot) : Partnership with airlines for air cargo throughout Indonesia
  7. First/Lost Mile delivery  : Utilizing delivery own network for broad coverage
  8. Return & Exchange         : Partnership with another E-Commerce company such as Lazada and Zalora that allows free returns at the post office.           



Integration and delivery data from logistics service providers are the most important key to operational of E-Commerce business activities. E-Commerce growth has led to the transformation of a traditionally structured "few to few" ( Manufacturer, Warehousing, Cross-border Transport, Distribution Center, and Retail stores) delivery logistics model to a very dispersed "many to many" (Manufacturer & E-Retailers, Warehousing, Cross-border Transport, Distribution Center, Channel Retail/Customers/Retail Stores/Pick-Up Stations) model.


So, this is the end of my Summary from the event of INDONESIA TRANSPORT, LOGISTICS & MARITIME WEEK 2017.
See you in 2018!